SAMPANG,LAPAKBERIT.ID – Proyek jalan Desa di Dusun Nepa, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang diduga kuat dalam pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada.
Pasalnya, proyek infrastruktur jalan yang di Aspal yang tergolong beberapa bulan lalu yang baru selesai dikerjakan itu kondisinya sudah hancur dan rusak sekarang ini. Dan diduga ada oknum tertentu memanfaatkan situasi untuk memperkaya diri.
Seorang warga Nepa inisial WF mengatakan, Dugaan adanya pengurangan bahan material yang menyebabkan rusaknya jalan itu.
Tidak hanya itu, dalam pengerjaan dan pengolahan ternilai dikerjakan secara asal-asalan. Tidak memperhatikan takaran sebagai mana mestinya.
Sementara itu, dari pantauan wartawan di lokasi area jalan Desa yang pakai dana desa (DD), tidak ditemukan papan nama ataupun prasasti yang terpasang di lokasi alias proyek siluman.
Terpantau kondisi fisik jalan Aspal sudah terkelupas dan rusak.
WF juga menyoroti tidak adanya papan informasi dan prasasti yang terpasang di lokasi.
Semestinya, kata dia, pembangunan yang bersumber dari uang negara wajib untuk memasang papan informasi sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Dengan adanya papan informasi, lanjut WF, masyarakat bisa mengetahui besaran anggaran dan kegunaannya termasuk volume pekerjanya.
“Yang di sebelah utara itu kayaknya bahannya kurang matang. Mungkin materialnya dikurangi, makanya sudah mulai rusak. Gak tahu berapa anggarannya, soalnya gak ada papan nama,” ucap warga berinisial WF, Sabtu (5/4/2025).
Ia berharap pembangunan infrastruktur Jalan atau proyek lainya inspektorat Sampang betul-betul cek sesungguhnya kualitas proyek tersebut.
Jangan intervensi, karena ini menyangkut kenyamanan dan keamanan masyarakat. Inspektorat wajib untuk tindak tegas atas dugaan kong kalikong yang dilakukan pemdes Nepa dalam pembangunan desa yang pakai Dana desa.
Jika tidak ada tindak tegas dari pihak wewenang, maka kami selaku aktivis akan melayangkan surat ke Inspektorat provinsi Jawa Timur atau ke Kemendes.
Sementara itu, Pj Kades Nepa Subaidi, saat dihubungi awak media ini lagi lagi tidak merespon upaya konfirmasi dan klarifikasi via WhatsApp hingga berita ini diterbitkan. (Tim)