TULUNGAGUNG, LAPAKBERITA.ID -Peringatan Hari Batik Nasional di RSUD dr. Iskak Tulungagung berlangsung semarak. Seluruh karyawan rumah sakit kompak mengenakan pakaian batik berbagai motif hari ini, Senin (2/10/2023).
Suasana ‘klasik dan elegan’ ini terlihat di seluruh sudut rumah sakit. Para karyawan baik ASN maupun non ASN mengganti pakaian dinas mereka dengan batik.
Ashari, seorang petugas fasttrack yang juga mengenakan batik di tanggal 2 Oktober mengaku senang dengan kostumnya hari ini. Mengenakan batik adalah kebanggaan bagi seluruh warga Indonesia. “Kami bangga dengan batik yang menjadi kekayaan budaya Indonesia,” katanya.
Tak hanya petugas fasttrack, petugas loket pendaftaran, loket pembayaran, petugas farmasi, PLIPT, poliklinik, manajemen, dan yang lain kompak menggunakan pakaian batik. Dengan batik, tak akan ada pembagian strata sosial, kaya maupun miskin. Ini lantaran batik menunjukkan kolektivitas dan kebersamaan.
Peringatan Hari Batik Nasional dilakukan bertepatan diakuinya batik sebagai warisan budaya tak beda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu. Batik adalah salah satu warisan budaya yang didefinisikan sebagai sebuah teknik, simbol, serta kebudayaan terkait teknik mewarnai katun dan sutra dengan tangan yang berasal dari Indonesia.
Selain itu, penggunaan batik di seluruh instansi pemerintah ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
(nwng)